19 Januari 2018

Urusanku bukan urusanmu

Aku heran kenapa semakin bertambahnya umurku semakin suka mengurusi urusanku dan membenci apa yang ku sukai.. Padahal aku tidak melakukan hal yg sama atau pun melarang apapun yg dia perbuat, tapi kenapa dia selalu memandang apa yg lakukan itu salah?

Pertama, dia melarangku mendengarkan lagu karena haram, padahal dianya malah suka keluar malam karaokean sama teman-teman prianya, menyetel acara musik tiap pagi dan malam. Sedangkan aku, aku tidak melakukan apa yg dilakukannya, aku hanya rebahan menunggui kucing makan sambil mendengarkan lagu menggunakan headset ditelingaku (aku tidak pernah mendengar lagu menggunakan speaker atau tanpa menggunakan headset). Kedua, dia melarang ku terlalu sering jalan-jalan bersama teman-temanku atau nongkrong di cafe sampai malam. Padahal dianya, hampir tiap hari atau dalam sehari dari pagi sampai malam jalan-jalan bersama teman-temannya bahkan nongkrong di cafe sampai malam dengan teman prianya, lah aku?! Punya teman cowok cuma satu, kalo jalan-jalan sama teman palingan seminggu sekali itupun dia bilang tiap hari aku keluar rumah, heol~ gak sadar apa dianya?? Ketiga, dia mengirimiku (chat via Whatsapp) hadits yg melarang wanita menggunakan parfum.. Boleh ketawa ga nih?? Hehehehe.. Botol parfum yang ada di kamarku cuma pajangan aja, kalo habis berarti adikku yg menghabiskannya.. Aku?? mana pernah memakainya.. Kebanyakan lupa nyemprotnya atau males karena bakalan hilang aromanya sebelum sampai ditempat tujuan. Sedangkan dia, mmmmhhh.. Seember makainya!!

Jadi, kesimpulannya jangan mengurusi urusanku. Urusi saja urusan masing-masing.. Jangan menjilat air ludah sendiri, jijik tau~

Hobi yang terlarang

Mendengarkan lagu itu haram (katanya berdasarkan hadits yg syahih)..

So? Aku mesti berhenti mendengarkannya selamanya? No way.. Big no no!! Kecuali dosanya sebesar murtad (keluar dari agama islam) baru benar-benar ku mengakhiri hidupku.. 😑

Astaga!! Padahal ku cuma dengerin lagu aja kok engga ngapa-ngapain, engga zinah, engga main narkoba, engga kumpul kebo, engga rusuh juga?! Kenapa sampai ga suka banget melihat ku mendengarkan lagu.. Tapi eh, perasaan apa yg ku lakukan itu semuanya bersalah deh dimatanya, cuma satu-satunya yg engga salah dimatanya yaitu ku mengakhiri hidupku. 😅 (well.. Itu benar-benar akan ku lakukan)

Padahal cuma ini satu-satunya hobi dan cara ku menenangkan diri dari depresi yang ku derita selain tidur.. Aku gak tau mesti ngapain lagi kalo aku berhenti mendengarkan lagu, yang ada malahan depresi ku malah tambah parah~

Apalagi sudah hampir memasuki semester akhir, berarti udah dekat sama yg namanya magang dan skripsi..  S#it.. Dan ini puncak penyebab depresi terbesarku, G. O. D. can I through it?? 💦💦 .. Kuliah bukan pilihanku, kuliah pilihan orang tua ku, jadi setelah lulus nanti alu akan kasih semuanya (sertifikat dan ijazah) ke mereka, karena aku tidak pernah menginginkan benda tersebut dan mungkin aku akan mengakhiri semuanya juga~ karena tidak ada keinginan lagi untul melanjutkan kehidupanku, aku sudah muak dengan semuanya, aku tidak tahan lagi dengan depresi yg ku derita, aku tidak ingin lagi tidur harus dengan mengonsumsi obat alergi (yang efek sampingnya bikin tidur pulas) walaupun aku tidak selalu terkena alergi, aku tidak ingin lagi mendengar dan meurusi apapun sangkut pautnya dengannya lagi.. Aku sudah siap untuk menghadap-Nya walau aku tidak memiliki banyak pahala yg membuatku nantinya masuk surga, aku yakin pasti aku masuk neraka, karena sepantasnya ku mendapatkan siksaan-Nya.