17 April 2017

Help!!

Sungguh aku sama sekali tidak semangat tun menjalani kehidupanku sendiri.. Walaupun masih banyak lebih menderita daripada ku, tapi aku sungguh tidak sanggup menjalaninya~

Cuma berharap Kiamat datang lebih awal, karena aku tidak tahu cara menghentikan mimpi buruk ini.. Aku tidak ingin bunuh diri atau semacamnya.

Mereka hanya inginkan aku mengikuti kemauan mereka tanpa perduli aku sanggup menjalaninya dan tidak respect apa yang aku derita.. Ini semua kesalahan orang tuaku yang tidak perduli psikis apa yang aku derita!! Mereka hanya memperdulikan gengsi mereka terhadap orang-orang disekitarnya dan memaksaku mengikuti kemauan mereka dan tidak perduli kelemahanku yang berlawanan dengan kemauan mereka~

22 Maret 2017

Dream or reality?

Aku tidak bisa membedakan mimpi dan realita. Aku ingin selamanya tinggal di alam mimpi..

Karena di alam mimpi aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa ada menekan ku.. Itulah alasan kenapa aku lebih mementingkan tidur daripada beraktivitas di realita. Aku akan merasa stres kalau ada yang mengganggu tidurku. Sungguh aku sudah ketergantungan obat tidur dan aku akan marah atau stres kalau tidak meminumnya.

Kalau pun aku beraktivitas di realita, orang-orang disekitarku tidak suka, mengancam, bahkan menerorku kalau aku tidak mengikuti kemauan mereka. Apabila aku melakukan hobi atau aktivitas yang ku sukai, mereka akan mencaci maki, menghina, menyalahkan apapun yang aku lakukan.

Aku tidak tahu kapan ini semua berakhir, dan sayangnya lagi, orang-orang disekitar yang kumaksud itu adalah orang tua dan keluargaku sendiri. Aku benar-benar seperti boneka mereka..

Aku harus berbohong dengan mereka untuk melakukan apa yang ku inginkan. Aku tahu ini salah, tapi inilah satu-satunya cara yang aku bisa lakukan. Aku sudah sering mencoba untuk jujur dan melakukan apa yang aku inginkan, hasilnya hanya berupa makian dan hinaan mereka.

Aku tidak menuntut harta atau apapun, aku cuma ingin diperlakukan lebih manusiawi selayaknya seumuranku yang dibebaskan mencari bakat dan minatnya sendiri tanpa harus diatur dan dihina.

Aku masih bersyukur mempunyai teman-teman yang mencoba agar aku berdiri sendiri mencari bakat dan minatku walau aku sangat kesusahan untuk menerobos dinding keegoisan mereka.

Mereka tidak perduli aku memiliki mengalami gangguan psikis karena perlakuan mereka yang ku alami sejak kecil. Mereka hanya ingin aku mengikuti kemauan mereka tanpa penolakan tanpa syarat sedikitpun. Sanggup atau tidaknya aku menjalani apa yang mereka inginkan, dan mereka sungguh tidak perduli itu semua.

Semakin banyak disekitar mereka yang lebih hebat, semakin pula mereka menekan ku untuk menyama ratakan kemampuanku dengan kemampuan orang lain miliki. Padahal aku sudah cukup lelah mengikutinya, tetapi aku tidak tahu cara menghentikannya..

About love

Banyak orang mengatakan cinta itu kejam. Apabila ada seseorang yang mengatakan cinta berarti ada tujuan yang kemungkinan tidak baik untuk di jalani. Why? Karena cinta mudah didapatkan dengan cara apapun. Uang adalah sesuatu barang ataupun benda yang mungkin menjadi tujuan seseorang mengatakan cinta.

Untuk memiliki seseorang tidak harus dengan cinta, tapi dengan kasih sayang dan kasih sayang tidak memerlukan alasan ataupun status.

Banyak orang tidak mengerti apa itu cinta, begitu pula denganku.. Dan itulah kenapa aku belum membuka hatiku untuk seseorang yang mungkin menyukaiku, aku tidak memahami apa arti dari sebuah hubungan laki-laki dan perempuan yang saling menyukai. Karena saat ini aku tidak tertarik memberi kesempatan untuk seorang laki-laki yang menyukaiku. Masih banyak hal yang ingin kulakukan sendiri, dan kenapa harus membuka hati untuk orang lain?

Tujuan hidupku

Kebanyakan orang yang hidup di dunia ini adalah tujuannya untuk mencari pasangan hidup, tapi tidak berlaku untukku..

Tujuan hidupku adalah mencari kebahagiaan sendiri tanpa siapapun disampingku, bukan berarti aku menolak sunnah Nabi (menikah).. Hanya saja masih banyak hal yang belum kulakukan dengan cara ku sendiri tanpa ada yang mengatur maupun menekanku.

Aku tidak menargetkan dalam jangka waktu terdekat untuk mencari pasangan hidup, walaupun sudah banyak orang disekitar ku sudah menemukan jodohnya, tapi sungguh aku tidak ingin menikah dalam waktu terdekat ataupun menikah muda. Yaaa.. Paling minimal di usia ke 26 mungkin sudah ada rencana matang untuk menikah, tapi tidak dimulai sekarang.

Lagipula aku tidak percaya sampai sekarang bahwa cinta itu ada. Kalaupun pernikahan itu bisa dilaksanakan, kenapa harus ada perceraian? Dulu aku berpikir bahwa pernikahanlah ujung dari tujuan hidup seseorang, tapi berubah setelah aku memahami adanya perceraian di tengah pernikahan..

Kata orang, cinta tidaklah cukup untuk memenuhi sebuah pernikahan, tapi harus adanya kepercayaan.. Huft~ how about me? Cinta saja aku tidak percayai apalagi sebuah kepercayaan..

Dulu aku sangat mudah untuk mempercayai seseorang, tapi setelah banyak yang mengkhianatiku, aku jadi susah untuk mempercayai seseorang bahkan kepada orangtua dan keluargaku sendiri. Menurutku cinta mudah didapatkan bahkan dengan banyak uang, tapi bagaimana dengan kepercayaan?

Begitu pula dengan pemahamanku dengan pernikahan. Uang lamaran dan cincin pernikahan pun tidak bisa memberikan kepercayaan seseorang. Aku tidak bisa habis pikir bagaimana cara perjodohan yang mungkin tidak di inginkan salah satu mempelainya bisa mendapatkan kepercayaan, bahkan saat perjodohan itu terjadi mungkin sudah mehabiskan banyak uang lamaran. Logika ku tidak bisa berpikir untuk mencari jawabannya.

Mungkin kalau pejodohan yang tidak kuinginkan terjadi padaku, mungkin aku memilih untuk selingkuh atau menghabiskan nyawaku sendiri, karena aku tidak ingin aku menjalani kehidupan atas keinginan orang lain dan bukan keinginan ku sendiri. Walaupun yang dijodohkan padaku seseorang yang tampan dan berharta, aku akan menolak mentah-mentah.

Memang tidak ada seseorang pun didunia ini yang menolak uang, tapi menurutku pernikahan bukan sesuatu yang bisa di uang kan ataupun menghasilkan uang. Aku tetap menjadikan pernikahan sebagai tujuan terakhir hidupku tapi setelah aku mendapatkan kebahagiaan dengan cara ku sendiri. :)

21 Maret 2017

Terlambat tuk mundur

Aku tidak tahu apakah ku bisa melewatinya dan bisa mengakhirinya?

Ku rasa aku tidak sanggup lagi melanjutkannya, karena cuma sampai ini saja kemampuanku. Ini pun bukan kemauanku, bukan keputusan ku, bukan keinginan ku kuliah di perguruan..

Aku memiliki kekurangan kemampuan yang bertolak belakang dengan prinsip keguruan itu sendiri..

Aku tidak tahu cara mengatasinya, karena itu terkait dengan masalah psikis ku..

Salah satu kekurangan ku yang ku alami mulai sejak kecil, yaitu Selective mutism, atau "SM" (gangguan kecemasan misterius yang kerap digambarkan sebagai fobia berbicara) dan aku seorang introvert.