Padahal kalo dilihat dari sudut pandang orang lain, sebenarnya hidupku ini simpel, sempurna, idaman oleh anak-anak lainnya..
Malah yang menghancurkan ku dari sejak lahir sampai sekarang ku berdiri itu adalah orang (sangat) terdekat bahkan orang yang telah melahirkan ku ke dunia ini. Jujur sejak kecil, aku selalu melakukan percobaan bunuh diri dan itu tetap aku lakukan sampai sekarang.. Aku tak tahu kapan hidupku benar-benar berakhir~
Aku tidak menjual diriku sebagai pelacur, aku tidak minum alkohol, aku tidak memakai obat-obatan terlarang, aku tidak mengganggu pacar atau suami orang, aku tidak mengganggu hidup orang lain, aku selalu berada dirumah, rajin melakukan pekerjaan rumah seperti membersihkan dan sebagainya, tapi kenapa ibuku malah menghancurkan jiwa ku, kepercayaan ku, harga diri ku terhadap diriku sendiri??
Aku tidak meminta yang sesuatu yang berlebihan, aku cuma ingin aku hidup tenang dengan cara diri ku sendiri, berhenti berpikiran mencoba mengakhiri hidup, dan benar-benar tersenyum dari hati yang terdalam tanpa perlu memakai topeng kesana kemari.. Bisakah itu terwujudkan?
Salahkah bila aku mempertahankan keinginanku agar ku bisa hidup bahagia? Tidak bolehkah aku bahagia dengan caraku sendiri? Kenapa orang-orang selalu melihatku seolah-olah aku orang yang tidak pernah mensyukuri keadaan, dan berlebihan terhadap suatu masalah?
Aku tau keluarga ku tidak pernah peduli dengan keadaan ku (jiwa dan kesehatan batin).. Mereka selalu menyalahkanku yang berlebihan bila menghadapi suatu masalah, mereka tidak peduli tentang aku yang menjadi korban bully sejak lahir dan mirisnya lagi mereka juga ikut-ikutan membully fisik maupun verbal ku (sampai sekarang), mereka tidak peduli apakah aku sanggup menjalani hidup atau tidak.