Aku bete.. Aku gak terima namaku gak didaftarkan jadi panitia diklat pramuka padahal ku pengen banget jadi panitia, sedangkan nama dia didaftarkan padahal dia tidak hadir rapat karena sakit, akupun kemarin juga tidak seperti itu tapi kenapa namaku tidak disertai????
Udah cukup,, aku males seatmate dan temenan sama orang populer dan PALING CANTIK disekolah, sedangkan aku si buruk rupa yang gak ada nilainya sama sekali kalau didekatnya...
15 September 2012
5 September 2012
Dreams
Tetek-bengek soal mimpi dan bagaimana menggapainya jelas menjadi satu pelajaran yang berharga untukku. Aku tetap beranggapan bahwa mimpi itu perlu, karena banyak hal yang bermula dari mimpi.
Menurutku, mimpi tidak melulu berarti bunga tidur yang menemani malam-malam kita. Mimpi itu sesuatu yang cukup besar dan sulit yang ingin kita capai. Tapi bukan berarti mustahil terjadi. Aku bisa mengusahakan untuk mewujudkannya. Dan saat aku mendapat kesempatan itu, bisa jadi aku akan berteriak: dream come true!
Tapi, mimpi terikat pada banyak ha. Pada keberadaan orang lain, juga rencana dan harapan orang-orang disekitar kita. Ada kalanya mimpi itu sudah begitu dekat, kita malah melepasnyakarena ada sesuatu atau seseorang yang mencegah langkah kita untuk meraih mimpi itu. Kita akan kecewa dan mungkin marah. Karena memang sangat buruk rasanya kalau kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, apalagi saat semuanya sudah ada didepan mata. Disisi lain ada saatnya kita-lah yang menjadi penghambat seseorang meraih mimpi nya. Dan ternyata kita tidak perlu minta maaf untuk itu, karena kadang kita menjadi penghalang tanpa kita sadari dan tanpa kita hindari.
Aku juga jadi mengerti betul bahwa kita sering kali kenyataan sama sekali tidak seperti yang kita harapkan. Ada beberapa hal yang berjalan dengan cara yang lebih baik, tapi ada juga yang berjalan sangat buruk. Aku sempat terkaget-kaget dengan kejadian-kejadian yang jauh dari bayanganku. Tapi ternyata semua bisa dijalani kok.
Cinta Sejatiku
Aku ingin cerita cintaku berakhir bahagia dengan cinta sejatiku. Bahkan mungkin aku belum bertemu orang yang akan menjadi cinta sejatiku.
Ngomong-ngomong, adakah cinta sejati itu? Cinta yang tidak akan berubah sampai kapan pun? Kalau pun ada, sepertinya hanya cinta seperti inilah yang kumiliki dengan Mama, karena dialah yang pantas ku sebut dengan cinta sejatiku
Ngomong-ngomong, adakah cinta sejati itu? Cinta yang tidak akan berubah sampai kapan pun? Kalau pun ada, sepertinya hanya cinta seperti inilah yang kumiliki dengan Mama, karena dialah yang pantas ku sebut dengan cinta sejatiku
I'm Not Ready For It All
Hatiku benar-benar sudah buta bahkan untuk merasa suka kepada seseorang pun begitu susah apalagi mencintai, cukup sampai disini saja! Lagian aku masih terlalu muda untuk mengenal yang namanya cinta...
"Siap pacaran, berarti siap juga tuk sakit hati", itulah resikonya tetapi aku belum siap untuk keduanya.
"Siap pacaran, berarti siap juga tuk sakit hati", itulah resikonya tetapi aku belum siap untuk keduanya.
4 September 2012
I Hate Boy
Aku benci cowok sekarang dan untuk selamanya. Aku akan tertawa apabila ada cowok yang mengatakan cinta kepada ku dan berjanji akan membuatku bahagia bila hidup dengannya!
Aku pernah membaca di salah satu buku yang mengatakan bahwa, "cowok itu memang manis pada saat PDKT, mereka akan habis-habisan mencurahkan perhatian/waktu, rajin telepon dan SMS, memberi hadiah.. Itu karena mereka belum memenangkan kita (cewek)"
Aku pernah membaca di salah satu buku yang mengatakan bahwa, "cowok itu memang manis pada saat PDKT, mereka akan habis-habisan mencurahkan perhatian/waktu, rajin telepon dan SMS, memberi hadiah.. Itu karena mereka belum memenangkan kita (cewek)"
Perubahan Meningkat Secara Drastis
Aku gak nyangka banget aku berubah secepat itu,, Omaigott!!! >,<* Padahal dulu aku malas banget belajar dan mengerjakan tugas sekolah, gak bisa konsentrasi belajar kalo duduk dikelilingi sama cowok dan sekarang aku sangat cuek terhadap cowok... Ya Allah semoga perubahan aku ini tidak terjadi pada saat awal semester tapi sampai tingkat kuliah nanti, amin.
31 Juli 2012
#August_wish
* Aaaaarrrrggghhhh.... Bete cinta bertepuk sebelah tangan terus, bikin sensasi yang gak bener, diboongin cowok mulu, selalu bermasalah dengan pelajaran di sekolah!!! Ya Allah... Kapan semua ini berakhir? Apakah ada nazar/janji yang belum aku tepati sebelumnya?
* Cewek bertampang manis, selalu berjilbab, selalu pakai pakaian yg sopan, dan memiliki badan yang selalu diimpikan banyak cewek di dunia termasuk dunia permodelan... Tetapi kenapa tidak ada cowok yang tertarik dengan kelebihanku ini?
* Cewek bertampang manis, selalu berjilbab, selalu pakai pakaian yg sopan, dan memiliki badan yang selalu diimpikan banyak cewek di dunia termasuk dunia permodelan... Tetapi kenapa tidak ada cowok yang tertarik dengan kelebihanku ini?
28 Juli 2012
Aku Dan Dia Selamanya
Perkenalkan nama saya Medynna, dan saya akan berbagi cerita tentang awal ku memulai persahabatan dengannya. Awalnya saya tidak mengenal dengan Tuti maupun dengan Riska, dan aku hanya mengenal teman disekitar tempat dudukku saja seperti Yani, Raiqa, Risdia (Teteh), Novika, Sari, dan Riski saja, karena saat itu hari pertama saya masuk sekolah dan masih masa MOS. Dan setelah masa MOS berakhir, aku tergabung dengan anak-anak yg jenius, selalu ingin bersaing, dan sangat serius. Setelah aku tahu, kalo aku bukan saingan mereka karena aku tahu kapasitas otakku tidak setinggi mereka, jadi aku sering tidak masuk sekolah karena alasan sakit (ya, memang sakit sih) dan sakitnya itu aku bikin sendiri karena aku merasa paling bodoh diantara teman-temanku yg lain. Dan ternyata gak semuanya itu benar kalo dikelas aku tuh semuanya anak profesor alias IQ-nya tinggi, setelah aku duduk sebangku dengan Dewi tapi aku gak menyebutnya kalo dia tidak memiliki apa yg tidak dimiliki anak-anak profesor itu (maaf ya, Wi!!), tapi biar gitu-gitu juga dia anak IPA 1 lho! Aku kira aku bakal bersahabat selamanya dengan Dewi, ternyata sangat jauh dengan dugaanku. Aku seatmate sama Dewi hanya 3 bulan saja. Setelah itu aku tidak memiliki teman sebangku lagi, karena mereka asik dengan seatmate mereka masing-masing dan tidak peduli dengan aku yg sangat membutuhkan seorang sahabat, tapi aku tidak mau tahu apa yg membuat Dewi menghindariku. Waktu berjalan begitu cepat, aku ingin menyelesaikan masalah disekolah dengan cepat tapi aku tidak bisa karena begitu banyak beban/masalah dirumahku, jadi aku tidak bisa menyelesaikan semuanya apalagi disaat itu aku sedang fall in love dengan seorang mantanku dulu. Saking bingungnya sampai-sampai aku seperti orang bodoh yg baru dilahirkan ke dunia, omaigot.. Sumpah!! Berat banget beban aku disaat itu apalagi orangtuaku menentang keras hubunganku dengan cowok itu sedangkan mamaku juga terlibat fall in love dengan seorang pria asal turki dan tiap malam kedua orangtuaku selalu berantem dan menjadikan aku sebagai pelampiasan mamaku, Oh no!! Dan sangat bodohnya pemikiranku saat itu, aku memutuskan berhubungan diam-diam dengan cowok itu dan mencoba rilex dengan masalah-masalahku ini dengan mentraktir teman-teman dan cowokku itu agar mau menemani jalan-jalan, kalo tidak ditraktir jangan harap teman dan cowokku itu mau menemaniku! Pada hari berikutnya, aku curhat pada salah satu temanku, Tuti (yang dulu aku tidak mengenalnya bahkan aku dan anak-anak yg lain menganggapnya dia sebagai sok kenal dan sok dekat dengan teman-teman cowokku dikelas), dia menghampiriku untuk menyuruhku menceritakan bagaimana kejadian saat malam pertama jalan berdua dgn cowok itu. Dan aku selalu meminta solusi, tanggapan, dan kritik yg tepat pada Tuti agar cowok itu mau menjadikanku sebagai pacarnya dan juga saat aku dengan cowok itu berakhir dengan damai walaupun sangat sakit. Dan hubunganku dengan Tuti berlanjut sampai sekarang, dimana atau kemanapun aku pergi kalo tidak tanpa Tuti aku merasa galau dan sepi, teman-temanku yg lain juga beranggapan seperti itu, mereka selalu menanyakan keberadaan kami berdua kalau salah satu diantara aku dan Tuti tidak hadir. Sebenarnya hubungan aku, Tuti dengan Riska itu terjadi secara ketidaksengajaan saat Riska juga mempunyai masalah dengan seseorang cowok yg tidak aku ketahui wujudnya tetapi diketahui oleh Tuti. Dan kami bertigapun menjadi akrab walaupun Riska selalu tidak menganggap persahabatan diantara aku, Tuti, dan Riska, karena ia selalu berpikir kalau dia hanya sebagai pemeran pembantu tapi tidak bagiku dan Tuti. Kemudian saat kenaikan kelas kami bertiga terpisah, Rizka masuk XI IPA 2, aku masuk XI IPS 3, dan Tuti masuk XI IPS 1. itu membuatku sangat menderita karena kelasku terpisah jauh dengan Tuti, dan Tuti pun merasakan hal yg sama bahkan dia menyuruhku agar aku mengurus kepindahan kelas, awalnya aku pasrah saja, tapi nyerah juga akhirnya. kemudian aku meminta mamaku agar mengurusi kepindahan kelasku. Dan akhirnya diterima...
Langganan:
Postingan (Atom)