Mungkin pembahasan sama seperti yang dulu-dulu, hanya saja aku belum bisa menemukan jalan keluar permasalahannya yang sangat rumit dan membingungkan..
Sepertinya ini titik puncak depresi ku, karena sudah mendekati masa magang sebagai guru, persiapan proposal skripsi, dan test sertifikasi sbg guru.. Dan semacam itulah penyebab utama depresi ku, karena itu bukan keinginan ku dan aku harus berusaha berontak agar semua itu hanyalah angan yg tidak akan pernah terjadi dalam sepanjang hidupku.
Kenapa aku harus berontak? Karena psikis yg ku derita bertolak belakang dengan semuanya dan aku seperti ditengah-tengah 2 magnet yg saling berjauhan apabila berdekatan..
Kembali ke topik utama, kenapa aku merasa semua itu salah ku? Why? Wae? Nande?
Sebenarnya hidupku itu simpel, lurus tanpa ada kerikil yang aneh-aneh.. Maksudku, aku tidak pernah mencari atau melakukan masalah remaja pada umumnya. Aku tidak pernah minum-minum, aku tidak pernah memakai obat-obatan terlarang, aku tidak pernah pulang larut tengah malam, aku tidak pernah merusak hubungan orang lain, aku tidak punya koleksi mantan yang banyak, aku tidak pernah meminta belikan barang-barang branded mahal, aku tidak pernah merengek rewel bawel meminta belikan sesuatu barang. Serius, aku tak pernah lakukan itu semua, tetapi kenapa ibuku selalu menganggapku aku bersalah!
Aku bangun tidur, bersalah, aku mengerjakan tugas kampus di luar rumah, bersalah, aku jalan-jalan sekedar refreshing dari semua kegiatan yang padat bersama teman-teman, bersalah.. Mungkin kalo aku masih bernafas bersalah juga...
Benar-benar aku bingung dengan keadaan ku sekarang, aku tidak menginginkan yang macam-macam atau aneh-aneh.. Yang aku inginkan sekarang itu hanyalah ketenangan yang abadi, aku ingin masuk terkurung dalam ruang isolasi agar aku tidak terpaut dengan dunia luar lagi, aku sudah lelah dengan semuanya, aku tidak tertarik lagi dengan dunia luar.