1 Desember 2014

Terserah

Aku punya temen kuliah cewek yang berasal dari luar kota Banjarmasin.. aku sebagai orang yang sudah lama tinggal di kota menawarkan diri untuk memberi tahu dan mengenalkan nama jalan supaya dia tidak tersesat nantinya, tapi gak semua jalan aku kasih tahu tempat dan lokasinya. Selama 2 jam aku menemaninya keliling sebagian kota Banjarmasin dan pulangnya langsung balik ke kampus dan setibanya di kampus dia lupa mengambil tugas makalahnya yang tertinggal di Minolta dan dia menyalahkan aku secara tidak langsung yang telah membuatnya kecapaian dan lupa mengambil tugasnya.. tapi sebenarnya dia sendiri yang mengatakan 'terserah' saat aku menawarkan diri untuk memberi tahu nama-nama jalan.. mmmmhhhh.... sialan tuh orang!!!

Kenapa ya setiap aku bersekolah di tingkat mana aja gak pernah dapet temen akrab? Kecuali, kalo di tingkat SMA sih ada 2 orang.. malahan yang 2 orang ini udah ku anggap saudara ku sendiri saking dekatnya. Banyak orang yang mengenalku sepintas adalah orang yang cuek dan pendiam, sedangkan orang yang (mungkin) telah mengenalku agak lama mereka bilang aku omongan 'pedas', salah satu sahabatku juga mengatakan itu... bagaimana sih sebenarnya omongan yang 'pedas' itu? Aku gak ngerasa semua omonganku itu 'pedas'.. yang aku rasain semua omonganku itu semua jujur dan polos.. mungkin cara penyampaianku seperti ibuku yang sedikit keras