22 Maret 2017

Tujuan hidupku

Kebanyakan orang yang hidup di dunia ini adalah tujuannya untuk mencari pasangan hidup, tapi tidak berlaku untukku..

Tujuan hidupku adalah mencari kebahagiaan sendiri tanpa siapapun disampingku, bukan berarti aku menolak sunnah Nabi (menikah).. Hanya saja masih banyak hal yang belum kulakukan dengan cara ku sendiri tanpa ada yang mengatur maupun menekanku.

Aku tidak menargetkan dalam jangka waktu terdekat untuk mencari pasangan hidup, walaupun sudah banyak orang disekitar ku sudah menemukan jodohnya, tapi sungguh aku tidak ingin menikah dalam waktu terdekat ataupun menikah muda. Yaaa.. Paling minimal di usia ke 26 mungkin sudah ada rencana matang untuk menikah, tapi tidak dimulai sekarang.

Lagipula aku tidak percaya sampai sekarang bahwa cinta itu ada. Kalaupun pernikahan itu bisa dilaksanakan, kenapa harus ada perceraian? Dulu aku berpikir bahwa pernikahanlah ujung dari tujuan hidup seseorang, tapi berubah setelah aku memahami adanya perceraian di tengah pernikahan..

Kata orang, cinta tidaklah cukup untuk memenuhi sebuah pernikahan, tapi harus adanya kepercayaan.. Huft~ how about me? Cinta saja aku tidak percayai apalagi sebuah kepercayaan..

Dulu aku sangat mudah untuk mempercayai seseorang, tapi setelah banyak yang mengkhianatiku, aku jadi susah untuk mempercayai seseorang bahkan kepada orangtua dan keluargaku sendiri. Menurutku cinta mudah didapatkan bahkan dengan banyak uang, tapi bagaimana dengan kepercayaan?

Begitu pula dengan pemahamanku dengan pernikahan. Uang lamaran dan cincin pernikahan pun tidak bisa memberikan kepercayaan seseorang. Aku tidak bisa habis pikir bagaimana cara perjodohan yang mungkin tidak di inginkan salah satu mempelainya bisa mendapatkan kepercayaan, bahkan saat perjodohan itu terjadi mungkin sudah mehabiskan banyak uang lamaran. Logika ku tidak bisa berpikir untuk mencari jawabannya.

Mungkin kalau pejodohan yang tidak kuinginkan terjadi padaku, mungkin aku memilih untuk selingkuh atau menghabiskan nyawaku sendiri, karena aku tidak ingin aku menjalani kehidupan atas keinginan orang lain dan bukan keinginan ku sendiri. Walaupun yang dijodohkan padaku seseorang yang tampan dan berharta, aku akan menolak mentah-mentah.

Memang tidak ada seseorang pun didunia ini yang menolak uang, tapi menurutku pernikahan bukan sesuatu yang bisa di uang kan ataupun menghasilkan uang. Aku tetap menjadikan pernikahan sebagai tujuan terakhir hidupku tapi setelah aku mendapatkan kebahagiaan dengan cara ku sendiri. :)