27 Oktober 2014

Bad day in my life

Setelah lama dipikirkan ternyata aku adalah manusia paling tersial yang pernah dilahirkan di Dunia ini. Okay, aku akan nyebutin kesialan ku sejak lahir sampai sekarang.

Pertama, aku proses dilahirkan dengan keadaan kaki yang lebih dulu keluar baru kepala. Untung aku lahir dalam berat badan yang kurang dari angka normal jadi, aku bisa keluar tanpa operasi. Kedua, badanku yang kurus dan menjadi musuh terbesar dalam keluarga besarku. Sudah berbagai macam cara dari tradisional sampai yang modern untuk menggemukkan badanku. Alhasil, sampai sekarang aku masih kurus. Ketiga, dari aku sudah bisa berbicara dan berjalan sampai aku SD selalu di-bully teman-teman ku. Entah mereka melihat dari fisikku yang kurus berarti lemah atau dari hal yang lain. Keempat, sejak aku TK sampai kelas 2 SD, ibuku selalu kasar kepadaku dari mencubit sampai kulit membiru sampai dipukul pakai gayung sampai gayung pecah hanya karena hal sepele saja. Kelima, sejak SD otak ku dibawah rata-rata alis gak pinter-pinter banget diantara murid-murid otak profesor. Keenam, di minggu pertama jadi anak SMP langsung jadi artis red head dalam sehari karena terjaring razia dan dari kelas 1 SMP sampai 3 SMP, aku tidak pernah memiliki satu orangpun teman dekat atau teman akrab dan itulah membuat penyakit maag ku kambuh dan berbulan-bulan aku tidak masuk sekolah bahkan sampai masuk rumah sakit. Ketujuh, dalam menjalin kasih sayang alias pacaran aku merasakan 5 kali berturut-turut jadi mesin ATM berjalan alias di manfaatin isi dompetnya aja dan 2 kali diselingkuhin dan jadi selingkuhan. Kedelapan, ibuku menjagaku super over protective gara-gara kasus sepupuku yang dihamili pacarnya. Jadinya, aku tidak boleh jalan kemana-mana tanpa di awasi dan di interogasi terlebih dulu ketika mau keluar rumah. Padahal dari sifat kelihatan aja dia yang kecentilan sama cowok dengan sifat aku yang cuek terhadap siapapun. Kesembilan, awal masuk SMA aku tidak memiliki teman dan tidak ada yg mau berteman denganku. Jadinya, aku sembarang mancari teman dan aku berteman dengan anak yang berasal di lingkungan preman dan pemabuk. Aku bolak-balik masuk ruang BK/BP. Kesepuluh, selama menjadi anak SMA, guru-guru di sekolahku memandangku bahwa aku anak pembawa masalah bahkan guru BP ku mencapku sebagai anak yang bodoh diantara murid-murid lainnya.

Itulah beberapa kesialan selama aku hidup. Padahal kalo di lihat secara nyata, aku masih memiliki kedua orangtua lengkap yang berpenghasilan lumayan dan aku memiliki tubuh yang tidak memiliki cacat apapun.