Sepertinya mereka gak bersyukur deh lahirnya aku ke dunia..
Semuanya aku lakukan terpaksa karena kalo gak melakukan aku mesti tinggal dimana (alias diusir plus gak dianggap sebagai anak).. bukannya bersyukur karena aku mau memilih jalan yang mereka mau, tapi kok malah pressure aku supaya lulus dengan nilai cumlaude?! Padahal baru masuk ke dunia perkuliahan, belum dapat apa-apa alias masih serba baru.. mereka sudah melarang aku duduk santai sebentar, Oh My God!!! Bahkan mereka memaksa aku untuk menghafal isi kamus terjemahan dan Oxford, are you crazy? Kenapa gak sekalian aja kamus Cambridge yang beratnya hampir 1 kilogram?
Lagipula belajar zaman sekarang tuh gak mesti terpaku dengan buku apalagi bahasa Inggris. Orang bisa belajar bahasa Inggris tanpa harus menghafal isi kamus dan menempel isi kamus di dinding kamar, cukup mendengarkan musik Western dan dipahami maksud dari lirik itu sudah dikatakan belajar walaupun hasilnya sedikit. Gak cuma mendengarkan musik Western, belajar bahasa Inggris sudah bisa lewat main game, menonton Film, dan sebagainya. Bahkan kalau ingin praktek dengan orang asingnya secara langsung pun udah bisa dengan cara memanfaatkan aplikasi Chat dan Messenger.
Aku bermain Scrabble aja dilarang, padahal bermain Scrabble kan termasuk belajar juga. Di kampusku bahkan ada club Scrabble. Kenapa mereka melarang cara belajarku yang tidak terpaku dengan buku?
Andai tahu jalannya kayak gini, aku lebih milih diusir dan gak dianggap sebagai anak.. aku sadar IQ ku sedang (tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah) dan cara aku menangkap pelajaran pun lambat dan ada prosesnya tersendiri (tergantung mood)